Terlambat Imunisasi Bayi, Bahayakah?

Pada bayi dan balita, imunisasi dikerjakan sesuai jadwal biar pelindungan diberikan secara maksimal. Akan tetapi sayang, orang-tua mungkin saja lupa maka terlambat melakukan imunisasi bayi sesuai jadwal yang dipastikan. Walaupun sebenarnya, imunisasi sangat penting untuk buat si Kecil.

Kapan Imunisasi Bayi Diberikan?

Hingga saat ini, imunisasi masih dianggap selaku cara yang sangat efisien dalam mencegah penyakit menular dan berbahaya. Imunisasi diberikan sejak mulai bayi baru lahir. Dengan catatan, bayi lahir cukup bulan dengan bobot badan lahir di atas 2.500 gram.

Seandainya bayi Anda prematur, aksi imunisasi (seperti polio, DPT, hepatitis B dan HiB) dapat dipending hingga umur 2 bulan atau hingga bobot badan sampai lebih dari pada 2.000 gram.

imunisasi bayi 1

Umumnya, pemberian imunisasi diberikan berdasar pada umur anak. Saat bayi baru lahir hingga umur 1 tahun, ada sejumlah jenis imunisasi dasar yang wajib ditambahkan. Contohnya, imunisasi BCG, DPT, hepatitis B, polio, campak, pneumokokus, HiB, dan rotavirus.

Sewaktu anak berumur 1-4 tahun, dikerjakan imunisasi ulangan yang memiliki fungsi untuk perpanjang waktu ketahanan imunisasi dasar. Bentang umur ini pun jadikan periode untuk melengkapi imunisasi yang belumlah sempat diberikan.

Saat anak umur sekolah (5-12 tahun) dan remaja (13-18 tahun) tetap dapat diberikan imunisasi ulangan dan tambahan, seperti HPV dan hepatitis A. Dengan serangkaian jadwal yang panjang itu, bagaimana apabila anak terlambat diimunisasi? Apa berbahaya?

Terlambat Imunisasi Bayi, Berbahaya atau Tidak?

Jawabnya yaitu tidak. Apabila imunisasi bayi terlambat dari jadwal yang ditetapkan, keefektivitasan vaksin akan tetap sama dan tidak menyusut. Akan tetapi, di kisaran waktu anak tidak mendapat imunisasi itu, struktur ketahanannya tidak sekeras anak yang mendapat imunisasi sesuai jadwal. Anak lantas riskan tertular penyakit.

Akan lebih berbahaya kembali seandainya bayi tidak diberikan imunisasi, terutama yang diberikan di bawah umur 1 tahun. Anak di bawah umur 1 tahun struktur kekuatan tubuhnya masih rendah maka riskan sakit. Selain itu, anak Anda dapat sebarkan infeksi penyakit ke banyak orang dan menyebabkan epidemi.

Imunisasi Terlambat, Mesti Lakukan Apa?

Apabila hanya terlambat beberapa waktu dari jadwal yang ditetapkan, lekas membawa anak Anda ke dokter untuk melakukan imunisasi susulan. Tidak ada kata terlambat untuk berikan imunisasi. Itu sebab ada periode catch up immunization yang dapat dikerjakan untuk mengejar ketertinggalan.

Walaupun dapat mengejar ketinggalan imunisasi, tidak semuanya imunisasi yang terlambat dapat diberikan langsung. Contohnya, anak membiarkan imunisasi BCG jadi penting dikerjakan kontrol ujian mantoux terlebih dulu untuk melihat apa pernah atau tidak terpapar kuman TBC.

Apabila hasil kontrol ujian mantoux negatif, imunisasi BCG dapat diberikan sesuai jumlah. Akan tetapi apabila hasilnya positif, imunisasi BCG tidak dapat diberikan. Terlebih dulu, dikerjakan kontrol skoring TB untuk mulai penyembuhan TB.

Tips biar Tidak Terlambat Imunisasi

Kegiatan kerap kali Anda membikin lupa untuk melakukan banyak perihal, tergolong bawa si Kecil imunisasi. Berikut ada sejumlah tips biar Anda tidak membiarkan jadwal imunisasi si Kecil.

1. Catat Jadwal Imunisasi
2. Baca Buku Kesehatan Ibu dan Anak
3. Minta Diingatkan Klinik atau Fasilitas Kesehatan yang Disinggahi

Walaupun anak terlambat imunisasi, Anda tetap bisa mengejar dan melengkapi imunisasi yang ada. Lebih baik mengejar ketertinggalan diperbandingkan tidak berikan imunisasi sama sekalipun. Pastikan kondisi kesehatan anak Anda dengan konsultasi lebih lanjut lagi sama dokter ahli anak sebelum imunisasi bayi susulan dikerjakan.