Pengertian, Sejarah dan Sistem Latihan Aerobik

Pengertian, Sejarah dan Sistem Latihan Aerobik

Pengertian, Sejarah dan Sistem Latihan Aerobik

Sejarah Senam Aerobik

dr. Kenneth Cooper memperkenalkan kebugaran aerobik ke dunia pada 1960-an. Pada tahun 1970-an, tarian aerobik berubah dari tarian rakyat. Pada saat itu, sekelompok orang belajar tarian dalam waktu sekitar enam sampai delapan minggu. Tarian ini berlangsung di gereja, pusat rekreasi, klub kebugaran dan sekolah. Selama ini, aerobik berkembang sangat pesat dan berbeda. Aerobik kini juga dapat dilakukan secara individual dengan meniru gerakan senam yang tersedia di CD aerobik yang beredar di pasaran, misalnya CD karya Berty Tylarso, Rudi Pocco-Pocco, Ester Suwito, dll. Grup dijalankan di pusat kebugaran, kantor pemerintah. , Jumat dan Minggu pagi dan acara lainnya

Aerobik yang dilakukan pada tahap ini tidak seperti menari. Saat ini, aerobik memiliki gerakan yang terstruktur, tetapi kinerjanya tidak hanya terbatas pada musik. Selain itu, konsep aerobik telah diperluas untuk mencakup berbagai jenis latihan, seperti latihan kursi, low impact, high / low impact, pedal dan aerobik slide. Orang-orang telah belajar bahwa aerobik membantu mereka untuk terlihat dan merasa lebih baik dengan mendapatkan kegembiraan dan kesehatan.

 

Pengertian Aerobik

Aerobik berasal dari kata aero yang berarti oksigen. Dengan demikian, aerobik sangat erat kaitannya dengan penggunaan oksigen. Dalam hal ini yang dimaksud dengan senam aerobik adalah olahraga yang menggunakan sistem kerja dengan oksigen sebagai kerja utama.

Olahraga yang dilakukan terus menerus selama kurang dari empat menit dengan intensitas rendah termasuk dalam kelompok aerobik. Jadi, latihan aerobik bukan hanya latihan aerobik; ada banyak olahraga lain seperti bersepeda, berenang, jalan cepat, lintas alam, lari maraton.

 

Pengertian Senam Aerobik

Menurut Marta Dinata (2007) aerobik adalah rangkaian gerakan yang dipilih secara sadar dengan mengikuti irama musik yang dipilih untuk menyampaikan pedoman ritme tertentu, kontinuitas dan durasi.

Senam aerobik adalah kombinasi sistematis dari rangkaian gerakan dan musik yang dilakukan secara sadar sehingga gerakan dan musik selaras untuk mencapai tujuan tertentu.

 

Sistem Latihan Aerobik

Latihan aerobik tidak dapat dipisahkan dari sistem latihan umum, yang terdiri dari tiga fase, yaitu:

1. Pemanasan

Pada tahap ini Anda bisa menggunakan pola pemanasan yang didahului dengan latihan peregangan kemudian mengikuti gerakan pemanasan yang dinamis. Pola kedua merupakan kebalikan dari pola pertama dimana seseorang terlebih dahulu melakukan pemanasan dinamis kemudian meregangkan otot-otot tubuh lebih jauh.

Tujuan dari kegiatan pemanasan ini adalah untuk: meningkatkan elastisitas otot dan ligamen di sekitar sendi untuk mengurangi risiko cedera. Naikkan suhu tubuh dan detak jantung untuk mempersiapkan aktivitas utama, yaitu aktivitas fisik.

Pada fase ini, pilihan gerakan harus sistematis, koheren dan konsisten. Misalnya, jika gerakan dimulai dengan kepala, urutannya adalah kepala, lengan, dada, pinggang, dan kaki. Sebaliknya.

2. Aktivitas Utama

Fase pelatihan adalah fase utama dari pelatihan aerobik sistematis. Pada fase ini, tujuan pelatihan harus tercapai. Salah satu indikasi bahwa latihan telah mencapai tujuan adalah dengan memprediksi bahwa latihan telah mencapai zona latihan. Zona latihan adalah rentang detak jantung yang ideal dalam fase latihan. Zona pelatihan adalah 60% – 90% dari detak jantung maksimum (DNM) seseorang. Denyut nadi yang dimiliki setiap orang tergantung pada usia orang tersebut. Berikut ini adalah rumus untuk menentukan denyut nadi maksimum (DNM) seseorang:

DNM = 220 – usia (tahun)

Umumnya, formula ini digunakan untuk atlet.

SDNM = 200 – usia (tahun)

sedangkan rumus menghitung denyut jantung maksimal orang normal/non-atlet:

Pada latihan aerobik, fase inti dapat dilakukan dengan aktivitas latihan aerobik dengan efek rendah, sedang, tinggi dan campuran selama 25-55 menit.

3. Pendinginan

Selama fase ini, Anda harus membuat gerakan dan memilih apa yang dapat menurunkan denyut nadi untuk mencapai denyut nadi normal, setidaknya di awal latihan. Pemilihan gerak pendinginan ini harus berupa gerak menurun dari gerak berintensitas tinggi ke gerak berintensitas rendah.

Dari segi fisiologis, perubahan bertahap dan penurunan intensitas berguna untuk menghindari akumulasi asam laktat yang menyebabkan kelelahan dan nyeri pada bagian tubuh/otot tertentu. Sumber Rangkuman Terlengkap : https://www.kelaspjok.com/