Pemicu Bayi Bermata Juling

Pemicu Bayi Bermata Juling (cockeyed causes), Tidak cuma orang dewasa, mata juling bisa juga terjadi pada bayi. Bila anak Anda alami ini, pasti ada rasa cemas dan bertanya apa ini beresiko untuk keadaannya atau mungkin tidak. Supaya tahu selanjutnya, berikut pembahasan komplet berkenaan mata juling pada bayi.

cockeyed causes

Mengenali mata juling pada bayi

Mata juling pada bayi, atau dalam istilah kedokteran disebutkan dengan strabismus, ialah keadaan di mana ke-2 biji mata menyaksikan ke yang lain pada satu waktu. Keadaan ini umumnya telah kelihatan semenjak kecil dan dapat bersambung sampai dewasa bila tidak diatasi secara benar.

Merilis American Optometric Association (AOA), strabismus umumnya terjadi bila otot biji mata kurang kuat atau menanggung derita rabun dekat yang kronis (cockeyed causes). Anda kemungkinan merasakan salah satunya mata sang kecil berputar-putar ke sisi dalam rongga mata, ke atas, atau ke bawah tanpa dia ketahui.

Ini kemungkinan terjadi selama waktu atau cuman di saat dia berasa capek.
Mencuplik Mayo Clinic, mata juling pada bayi dan anak terhitung keadaan yang biasa terjadi. Sekitaran 1 dari 20 anak alami keadaan ini. Kadang, keadaan mata juling ini tidak langsung kelihatan semenjak bayi, tetapi pada umur 3 atau empat tahun.

Pemicu mata juling pada bayi
Banyak hal sebagai pemicu mata bayi juling diantaranya seperti berikut.

1. Kurang kuatnya otot mata
Ada enam otot yang mengatur gerakan biji mata. Otot-otot berikut yang memungkinkannya kita untuk menyaksikan ke beragam arah. Bila salah satunya ataupun lebih otot itu kurang kuat, gerakan mata jadi terusik dan jadi juling.

2. Masalah dalam otak
Selainnya kurang kuatnya otot, mata juling pada bayi dapat muncul karena ada masalah dalam otak bayi, misalkan pada penyakit cerebral palsy atau lumpuh otak. Perlu Anda kenali jika otot-otot mata terima perintah dari otak untuk bergerak ke tertentu. Saat anak alami masalah dalam otak, dia kemungkinan kesusahan mengatur gerakan ke-2 biji matanya secara baik.

3. Masalah pada saraf mata
Mata juling pada bayi kemungkinan terjadi bila ada masalah saraf pada salah satunya biji mata. Ini membuat mata itu susah menyaksikan secara jelas. Anak semakin lebih sukai memakai mata yang bisa menyaksikan dengan lebih bagus. Bila ini berjalan terus-terusan, mata yang jarang-jarang digunakan akan alami mata malas atau amblyopia hingga pada akhirnya jadi juling.

4. Bentrokan dan guncangan yang terlampau keras
Menurut The Royal Children’s Hospital Melbourne, mata juling pada bayi bisa terjadi bila kepalanya terbentur dengan keras. Bentrokan itu beresiko mengakibatkan kerusakan pada saraf yang mengatur gerakan mata. Disamping itu, shaken baby syndrome yakni sindrom karena mengguncangkan bayi terlampau keras mempunyai potensi mengakibatkan ini.

5. Katarak
Katarak bukan hanya terjadi pada lanjut usia, tapi dapat juga terjadi sejak kanak-kanak.
Menurut American Academy of Ophthalmology, katarak yang tidak teratasi bisa mengakibatkan kebutaan tetap pada anak. Katarak yang ada pada salah satunya mata dapat mengakibatkan mata juling pada bayi.

6. Kelahiran prematur
National Eye Institute mengatakan jika bayi yang lahir prematur lebih beresiko alami cacat pada mata atau retinopathy of prematurity (ROP).

Terlebih bila dia lahir kurang dari 31 minggu kehamilan dan mempunyai berat tubuh di bawah 1,25 kg.
Selainnya mengakibatkan mata juling, ROP dapat mengakibatkan rabun jauh, mata malas (amblyopia), ablasi retina, dan glaukoma.

7. Tumor
Tonjolan atau tumor yang ada di tempat sekitaran mata dapat tekan biji mata hingga memengaruhi tempatnya. Ini mengakibatkan mata bayi jadi juling. Terlebih bila ukuran tumor itu besar.

8. Kanker mata
Kanker mata atau retinoblastoma sebagai pemicu mata bayi juling yang penting Anda cermati. Selainnya juling, bayi akan memperlihatkan tanda-tanda leukokoria (pupil warna putih). Pengecekan dokter benar-benar dibutuhkan untuk pastikan keadaan ini.

Beberapa faktor yang beresiko mengakibatkan mata juling pada bayi
Selainnya waspada pemicunya, Anda pun perlu memperhitungkan beberapa hal yang beresiko mengakibatkan strabismus pada bayi.

Menurut study yang diedarkan oleh jurnal JAMA Ophthalmology, beberapa faktor resiko itu diantaranya seperti berikut.

1. Kisah keluarga
Mata juling pada bayi lebih beresiko terjadi bila ada bagian keluarga yang merasakannya, seperti ayah, ibu, atau saudaranya.

2. Ibu merokok saat hamil
Ibu hamil perokok beresiko mengakibatkan permasalahan pada perkembangan janin.
Masalah perubahan otak dan saraf mata bisa mengakibatkan mata juling pada bayi yang dilahirkannya.

3. Masalah refraksi mata
Anak yang alami masalah refraksi pada mata lebih beresiko alami juling. Ini karena dia kesusahan menyaksikan benda secara jelas pada jarak dekat.

4. Penyakit pada saraf
Bayi yang terserang penyakit pada saraf, baik karena abnormalitas genetis seperti Down Syndrome atau karena cidera, beresiko semakin tinggi alami strabismus.

Beberapa jenis mata juling pada bayi

Merilis AOA, strabismus terbagi dalam beberapa macam menurut arah tatapan mata.
• Esotropia (juling ke dalam): salah satunya mata memandang lempeng, mata lainnya memandang ke hidung.
• Exotropia (juling ke luar): salah satunya mata memandang lempeng, dan mata yang lain memandang ke segi luar mata.
• Hypertropia (juling ke atas): salah satunya mata memandang lempeng, dan mata yang lain memandang ke atas.
• Hypotropia (juling ke bawah): salah satunya mata memandang lempeng, dan mata lainnya memandang ke bawah.

Disamping itu, strabismus dapat diperbedakan berdasar beberapa faktor berikut ini:
• terjadi setiap waktu atau cuman di saat tertentu,
• juling pada ke-2 mata atau satu diantaranya saja, dan
• juling pada satu mata yang serupa atau berganti-gantian.

Mata juling palsu pada bayi

Walau strabismus sebagai keadaan yang mempunyai potensi bahaya, seharusnya Anda tidak begitu cepat mengaitkan jika sang kecil mempunyai mata yang menyaksikan ke yang lain keduanya.
Masalahnya tidak seluruhnya bayi yang kelihatan juling itu memiliki arti strabismus. Karena, bisa jadi dia cuman alami mata juling palsu atau pseudoesotropia.

Merilis Clinical Ophthalmology Resource for Education, beberapa bayi yang baru lahir mempunyai lipatan kulit pada pojok matanya hingga dia kelihatan juling walau sebenarnya tidak.
Ini umumnya terjadi pada bayi baru lahir sampai berumur enam bulan.
Pseudoesotropia sebagai keadaan yang biasa terjadi pada bayi ras Asia, khususnya yang mempunyai hidung kecil dan jarak di antara ke-2 mata yang dekat.

Mata sang kecil kemungkinan bergerak ke hidung bila menyaksikan suatu hal dari dekat..
Keadaan ini bukan hal yang beresiko jadi ibu tak perlu cemas. Bersamaan pertambahan umur, lipatan pada pojok mata bayi akan lenyap dan tulang hidung akan tercipta.
Itu penyebabnya, status matanya akan terlihat normal sendirinya.