Komponen – Komponen Program Kompensasi Internasional

Komponen – Komponen Program Kompensasi Internasional

Komponen - Komponen Program Kompensasi Internasional

Remunerasi bagi pegawai, baik pegawai lokal, pegawai asing maupun pegawai dari negara ketiga, bervariasi. Tapi secara umum, ada komponen kunci. Komponen terpenting dari kompensasi internasional adalah:

 

1. Gaji Pokok

Istilah gaji pokok memiliki arti yang berbeda ketika karyawan bekerja di luar negeri. Di Jerman, gaji pokok merupakan jumlah kompensasi tunai yang berfungsi sebagai patokan untuk elemen kompensasi lainnya (seperti bonus dan tunjangan tambahan). Bagi ekspatriat, gaji pokok merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari paket bonus, banyak di antaranya terkait langsung dengan gaji pokok (misalnya Iuran. – Iuran pensiun. Gaji pokok dapat dibayarkan dalam mata uang negara asal atau negara , terlepas dari apakah karyawan adalah PCN atau TCN Tergantung pada apakah gaji pokok terkait dengan PCN dan negara asal TCN dan apakah tarif internasional dibayarkan, mungkin ada perbedaan besar dalam paket karyawan.

 

2. Imbalan Bekerja di Negara Asing (Foreign Service Inducement/Hardship Premium)

Pekerja rumahan (PCN) sering menerima gaji premium sebagai hadiah karena menerima tugas di luar negeri atau untuk mengkompensasi masalah yang disebabkan oleh transfer. Dalam kasus seperti itu, definisi atau definisi masalah, kesesuaian, jumlah dan waktu pembayaran harus dijelaskan. Penting untuk dicatat bahwa pembayaran ini dilakukan lebih sering ke PCN daripada ke TCN. Imbalan seperti ini biasanya digunakan dalam bentuk persentase gaji, biasanya 5 sampai 40 persen dari gaji pokok. Pembayaran ini berbeda tergantung pada penugasan, kesulitan aktual, konsekuensi pajak dan durasi penugasan. Selain itu, perbedaan dapat diperhitungkan; misalnya, jam kerja di negara tuan rumah mungkin lebih lama daripada di negara asal, dan alih-alih lembur, kesenjangan upah dapat diberikan yang biasanya tidak dibayarkan ke PCN atau TCN.

 

3. Tunjangan-tunjangan (Allowances)

Isu terkait tunjangan dapat menjadi tantangan bagi organisasi untuk mengembangkan kebijakan remunerasi yang komprehensif, sebagian karena jenis tunjangan yang berbeda. Fixed Delivery Allowance (COLA), yang umumnya lebih populer, adalah pembayaran untuk menutupi perbedaan pengeluaran antara dalam dan luar negeri (misalnya, untuk menutupi perbedaan inflasi). Seringkali sulit untuk menentukan manfaat ini, sehingga bisnis dapat beralih ke organisasi seperti Organization Resource Counselors, Inc. (perusahaan AS) atau Kondisi Kerja di Luar Negeri (berbasis di Inggris). Perusahaan-perusahaan ini mengkhususkan diri dalam memberikan informasi biaya hidup atau secara global, biasanya data yang diberikan kepada pelanggan adalah yang terkini. Biaya hidup biasanya mencakup pembayaran untuk perumahan dan utilitas, pajak penghasilan atau item lain yang dipilih secara bebas atau tetap.

Ada juga hibah untuk perjalanan kembali ke negara asal (hibah cuti rumah). Banyak perusahaan membayar setiap tahun untuk satu atau lebih perjalanan ke negara asal mereka. Tujuan membayar perjalanan semacam itu adalah untuk memberikan kesempatan kepada orang asing untuk memperbaharui ikatan keluarga dan bisnis, sehingga membantu menghindari masalah penyesuaian ketika mereka kembali ke tanah air mereka.

 

4. Program Kesejahteraan (layanan)

Pelaksanaan program pensiun, biaya pengobatan dan program jaminan sosial sangat sulit untuk dinormalisasi. Oleh karena itu, perusahaan harus menghadapi banyak masalah dalam hal program kesejahteraan, termasuk:

Apakah perusahaan menyimpan program asing di dalam negeri atau tidak, apalagi jika perusahaan tidak mendapatkan potongan pajak untuk itu?
Apakah perusahaan memiliki pilihan untuk mendaftarkan orang asing dalam program kesejahteraan di negara tuan rumah dan/atau membuat perbedaan dalam cakupan?
Haruskah ekspatriat menerima program kesejahteraan dari negara asal atau negara tuan rumah?

Sumber Rangkuman Terlengkap : SeputarIlmu.com