14/05/2021

Inspirasi

Inspirasi

Instalasi Fire Alarm Gedung

Untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran yang besar, instalasi Fire Alarm Gedung sangat diperlukan.

Hal ini dilakukan agar kobaran api dapat segera ditangani dan tidak mengakibatkan adanya korban jiwa.

Fire Alarm paling banyak ditemukan di gedung-gedung seperti apartemen, hotel, pusat perbelanjaan, sekolah, kantor bahkan rumah.

Pada Fire Alarm System terdapat komponen-komponen yang memiliki fungsi masing-masing, contohnya detector.

Detector merupakan salah satu komponen utama yang berfungsi mendeteksi kebakaran secara dini.

Jenis-Jenis Detector Pada Fire Alarm System

Komponen yang satu ini memiliki beberapa jenis, seperti yang akan dijelaskan di bawah ini.

  1. Rate of Rise (ROR) Heat Detector

Jenis detector yang pertama adalah ROR, salah satu detector yang cukup banyak digunakan.

Detector jenis ini dapat mendeteksi panas akibat kebakaran dengan area 50 meter persegi dan ketinggian plafon 4 meter.

Prinsip kerja alat ini yaitu dengan mendeteksi kenaikan temperatur sekitar yang mencapai 55 hingga 63 derajat celcius.

  1. Fix Temperature

Detector Jenis ini dengan pertama pada dasarnya hampir sama yaitu mendeteksi suhu atau temperatur.

Tetapi, Fix Temperature lebih cocok ditempatkan di tempat yang lebih hanget seperti basement dan ruang genset.

Karena detector jenis ini lebih sensitif pada perubahan suhu sehingga mudah menimbulkan false alarm saat ditempatkan di suhu ruang biasa.

  1. Smoke Detector

Sesuai dengan namanya, detector yang satu ini berfungsi mendeteksi gumpalan asap dengan pola dan gerakan unik.

Asap akibat kebakaran akan memasuki ruang detector. Jika kepadatan asap bertambah sampai jumlah tertentu, alarm akan diaktifkan.

Smoke Detector sendiri memiliki beberapa jenis, yaitu Photoelectric Smoke Detector dan Ionization Smoke Detector.

  1. Flame Detector

Jenis detector yang satu ini merupakan salah satu detector yang sangat sensitif terhadap kobaran api.

Penempatan Flame Detector disarankan pada tempat-tempat tertutup yang rawan kebakaran seperti gudang bahan kimia, pompa bensin dan pabrik.

Flame Detector kurang cocok ditempatkan pada tempat umum karena dapat menyalakan alarm jika ada sedikit percikan api contohnya nyala korek api.

  1. Gas Detector

Detector jenis terakhir yaitu Gas Detector yang sesuai namanya dapat mendeteksi kebocoran gas.

Gas Detector dapat ditempatkan pada rumah atau dapur dan juga tempat-tempat seperti restoran.

Gas yang banyak dipakai di Indonesia sendiri adalah jenis LPG yang ketika bocor, gas akan turun mendekati lantai.

Kelima jenis detector tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan instalasi Fire Alarm gedung yang dibutuhkan.

Setelah membaca penjelasan di atas, sudahkah Anda mengetahui jenis yang paling Anda butuhkan?